fbpx
Film dan Hiburan

12 Menit Penuh Makna!

Oleh: Tirza Kanya Bestari, Mahasiswa (Semester 5) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

ENERGIBANGSA.ID—Aku rasa, aku kebingungan tentang bagaimana harus memulai menulis sebuah karya. Terutama saat pokok bahasannya adalah memberikan ulasan sebuah kisah dalam film.

Meskipun aku bisa mengidentifikasikan diriku sebagai perempuan yang gemar menulis. Namun ketakutan akan keraguan pembaca karena ulasan ini dibuka dengan tidak menarik selalu datang menyambutku.

Namun, kali ini rasanya aku benar-benar harus membagikan pengalamanku tentang 12 menit yang memberi pengaruh dan pandangan baru akan hidup. Pandangan tersebut aku dapatkan dari Le Maison en Petits Cubes – sebuah film animasi pendek Jepang tahun 2008 yang dibuat oleh Kunio Kato.

Sebagai remaja, ketakutan dalam hidupku saat ini adalah bertambah tua. Tanpa menyadari betapa berharganya setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupku. Film pendek ini menggambarkan ketakutan tersebut yang dikemas dengan animasi yang sangat indah.

Kisah sang kakek

Dimulai dengan memperlihatkan sebuah kota yang dibanjiri air, film ini mengulik kisah menyentuh dari salah satu penghuni rumah di kota tersebut: kakek tua dan pipa rokok kesayangannya. Agar mampu bertahan dalam kondisi rumah yang terendam air. Kakek ini harus menambah ketinggian di rumahnya dengan membangun sebuah ruangan baru terus menerus, mengingat air yang selalu bertambah tinggi.

Singkat cerita, sang kakek secara tidak sengaja menjatuhkan pipa rokok kesayangannya ke bagian bawah rumahnya yang sudah terendam air. Ketimbang membeli pipa baru, sang kakek memilih untuk membeli pakaian selam yang ia gunakan untuk pergi ke rumah bagian bawah dengan tujuan mencari pipa kesayangannya itu. Pencarian pipa ini lah yang menjadi inti cerita dari film pendek ini – membuat sang kakek menghidupkan kembali peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sepanjang hidupnya.

Kakek tersebut melewati ruangan-ruangan yang sudah terendam air. Di setiap ruangan tersebut, kenangan bersama orang-orang tersayangnya seakan terlintas di depan mata sang kakek. Setiap ruangan yang dilewati sang kakek mewakili periode perkembangan kehidupan kita.

Menurutku, ruangan tersebut juga mencoba mengingatkan kita bagaimana kita sebagai manusia akan dituntut untuk menghadapi dan menerima kehilangan orang yang kita cintai, yang tidak lagi bersama kita. Sedangkan, setiap ruangan baru yang dibangun oleh sang kakek agar tidak tenggelam, adalah cara kita bertahan pada hidup dan terus maju.

Interpretasi penonton terhadap tema dalam sebuah film mungkin berbeda-beda. Menurutku, film ini menggambarkan bagaimana waktu berlalu sangat cepat. Dan meskipun kita ‘tenggelam’ dalam banyak peristiwa dalam kehidupan kita, seringkali kita tidak terlalu memperhatikan momen-momen kecil yang sebenarnya merupakan momen terbaik dalam hidup kita.

Kalau kalian merasa terlalu tua untuk menonton film animasi, cobalah luangkan waktu kalian dan menonton film ini. Kalian akan berubah pikiran. Aku sungguh takjub akan bagaimana film animasi yang berdurasi pendek ini mampu membuatu ikut serta merasakan emosi yang dirasakan oleh sang kakek.

Aku belajar untuk tetap melihat ke depan kendati apapun yang terjadi dalam hidupku. Dari film ini aku  juga belajar untuk lebih menghargai setiap peristiwa dalam hidupku serta orang yang berkontribusi di dalamnya. (*)

Related Articles

Back to top button