fbpx
Lewat ke baris perkakas
Gaya Hidup

10 Ritual Seks Unik dan Aneh yang Ada di Seluruh Dunia

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Berbagai suku yang ada di berbagai dunia, menjalankan ritual-ritual seks yang unik juga aneh. Namun, mayoritas ritual seks tersebut sudah tidak lagi dijalankan karena berbagai alasan. Berikut 10 ritual seksnya.

1. Ritual minum Sperma

Negara tetangga Papua Nugini juga memiliki ritual seks yang aneh. Di daerah bernama Sambia anak laki-laki harus meninggalkan ibunya dari usia tujuh tahun. Mereka juga tidak diperbolehkan kontak dengan perempuan lain. Mengutip Exploring Your Mind, ini dilakukan karena masyarakat setempat menganggap perempuan adalah makhluk yang “kotor”.

Anak laki-laki akan mengikuti ritual kedewasaan di mana mereka harus memasang tindik dan bahkan minum air mani lelaki dewasa. Tujuannya adalah agar si anak cepat tumbuh dewasa dan menjadi “laki-laki sejati”.

2. ‘Baul’ ritual minum darah menstruasi di India

Mengutip Vice, Baul adalah sebuah sekte religius di India yang menggabungkan elemen agama Hindu, Islam, Budha, dan Tantra. Mereka mengagungkan cairan tubuh, termasuk air mani, kotoran, urine, dan darah menstruasi. Baul menyebutnya sebagai “four moons” atau “empat Bulan”.

Setiap kali ada remaja perempuan yang mendapatkan menstruasi pertamanya, masyarakat Baul akan mengadakan selebrasi. Darah menstruasi tersebut ditampung kemudian dicampur dengan susu sapi, kamper, air kelapa, dan gula aren. Setelah itu, keluarga dan teman-teman si perempuan harus meminumnya.

Hal ini secara khusus berlaku untuk para lelaki karena mereka tidak memiliki darah menstruasi sehingga harus “menyerapnya” dari sumber eksternal. Dari sumber yang sama, masyarakat Baul percaya bahwa darah tersebut akan memberikan kekuatan memori, kulit jadi lebih halus, suara lebih merdu, dan jiwa jadi lebih bahagia.

3. Mencuri Istri di Nigeria

Suku Wodaabe di Nigeria, Afrika Barat akan selalu berkumpul di musim hujan setiap tahunnya untuk menyelenggarakan Gerewol. Ini merupakan festival di mana para lelaki memakai kostum dan mengikuti semacam kontes kecantikan. Mereka akan mengecat wajahnya, memakai kalung, topi, dan beragam aksesori suku tersebut.

Namun festival ini bukanlah mencari siapa yang paling tampan. Alih-alih, tujuan dari dandanan tersebut adalah untuk “mencuri” istri laki-laki lain. Si perempuan hanya perlu menunggu sampai lelaki idamannya lewat, kemudian menepuk pundaknya. Di waktu senja, semua pasangan pun “menghilang” dan menikmati waktu bersamanya yang singkat.

4. Masturbasi, ritual kepercayaan Mesir

Dilansir Cultura Colectiva, tradisi masturbasi di Mesir Kuno diawali oleh dewa bernama Atum. Ia adalah dewa utama yang dulunya tinggal sendirian tanpa ada apa pun di dunia.

Ia memutuskan mengakhiri kesendiriannya dengan menciptakan dewa Mesir lain melalui masturbasi. Dari ejakulasinya, muncul sepasang dewa bernama Shu (dewa udara) dan Tefnut (dewi kelembaban).

Walaupun tak ada yang tahu keaslian dari kisah ini, masyarakat Mesir Kuno akhirnya mengadaptasi masturbasi sebagai ritual keagamaan. Akhirnya, dalam festival Dewa Min, semua lelaki akan turun ke hadapan publik dan masturbasi bersama-sama.

5. Seks massal di bawah air terjun di Haiti

Selama ini Haiti, negara kecil di Laut Karibia, terkenal dengan tradisi voodoo dan agama Katolik yang kuat. Ternyata mereka juga memiliki ritual seks yang berkaitan dengan gabungan kepercayaan tersebut. Masyarakat menyebutnya sebagai The Saut D’eau Ritual.

Setiap bulan Juli, para pasangan suami istri akan pergi ke air terjun Saut D’eau yang dianggap sakral dan suci karena mereka percaya Bunda Maria sempat tinggal di sana. Para pasutri akan telanjang dan mandi bersama-sama. Tak lupa, air untuk mandi dicampur terlebih dahulu dengan darah sapi yang mereka korbankan.

Setelah itu, barulah puncak ritual diselenggarakan. Pasangan yang datang akan bercinta bersama-sama di bawah air terjun tersebut. Ritual ini dipercaya bisa memurnikan, menyembuhkan, dan membawa banyak rezeki untuk keluarganya.

6. Pondok Cinta di Kamboja

Orangtua suku Kreung di Kamboja akan membangun sebuah pondok “cinta” untuk anak perempuannya yang berusia sembilan hingga 13 tahun. Setiap malam, akan ada laki-laki yang menghampiri pondok tersebut untuk memikat si perempuan.

Tak hanya itu, terkadang mereka juga berhubungan seks di dalam pondok tersebut. Si laki-laki bisa tinggal beberapa malam sesuai dengan keinginan si pemilik pondok. Setelah berhubungan dengan orang yang berbeda, barulah perempuan bisa memilih siapa yang ia inginkan menjadi pasangannya.

Tradisi ini tidak berlangsung hingga saat ini. Pada tahun 2003, ritual pondok “cinta” dihentikan setelah ada beberapa remaja perempuan mendapat perlakuan seksual yang agresif dari laki-laki.

7. Anak-anak di Papua Nugini diperbolehkan berhubungan seksual

Masih dari Papua Nugini, budaya yang satu ini berasal dari suku bernama Trobriander. Masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa anak-anak boleh melakukan hubungan seksual.

Untuk laki-laki, mereka boleh memulainya dari usia sepuluh hingga 12 tahun, sedangkan batas umur untuk perempuan adalah enam hingga delapan tahun. Tak hanya itu, anak perempuan juga sudah diajarkan cara menggoda laki-laki sejak mereka masih kecil.

Namun perlu diketahui, mereka tak harus menikah untuk berhubungan seksual. Sebab, masyarakat Trobriander menganggap hubungan seksual sangatlah wajar dan tidak harus ada komitmen untuk melakukannya.

8. Perempuan dewasa suku Mangaia mengajarkan seks pada remaja lelaki secara langsung

Edukasi seks memang seharusnya diberikan sejak dini. Hal tersebut juga dilakukan oleh masyarakat Mangaia, sebuah pulau di Samudra Pasifik. Namun, edukasi seks yang mereka berikan berbeda dengan yang kita kenal saat ini.

Jika edukasi seks menurutmu meliputi pentingnya memakai kondom, mengenal menstruasi, dan lain-lain, masyarakat Mangaia justru mengajarkan bagaimana cara melakukan aktivitas seksual kepada para remaja laki-laki. Jadi, materi yang diajarkan meliputi cara memuaskan perempuan, cara mencapai orgasme, posisi seks, dan lain sebagainya.

Lebih uniknya lagi, semua itu tidak hanya sekedar teori. Dilansir Sex Info Online, para perempuan dewasalah yang akan mengajarkannya kepada remaja laki-laki sekaligus mempraktikkannya.

9. Berbagi istri dengan saudara di Nepal

Menurut laporan Exploring Your Mind, penduduk Nepal yang tinggal di daerah Himalaya mengalami kelangkaan lahan. Itulah kenapa sulit untuk membangun keluarga di sana. Untuk menyiasatinya, masyarakat Nepal memiliki tradisi berbagi istri atau poliandri.

Jadi sesama saudara laki-laki yang satu keluarga harus menikahi perempuan yang sama. Dengan begitu, mereka tak perlu tinggal secara terpisah dengan satu sama lain. Anak yang dihasilkan dari pernikahan pun tidak terlalu banyak karena hanya ada satu perempuan. Namun untuk saat ini, praktik tersebut sudah mulai ditinggalkan.

10. Bercinta tanpa mengenal jenis kelamin di zaman Yunani Kuno

Masyarakat Yunani Kuno percaya bahwa identitas seksual tidak ada kaitannya dengan gender dan preferensi. Dilansir The Guardian, terdapat istilah pederasty di Yunani Kuno yang berarti bahwa tradisi laki-laki dewasa menyetubuhi laki-laki di bawah umur (minimal 12 tahun).

Mereka tidak melihat hubungan seksual sebagai tindakan yang dilakukan lawan jenis melainkan siapa yang dipenetrasi dan yang mempenetrasi. Dalam kata lain, mereka menyebutnya sebagai dominan dan submisif.

Laki-laki dewasa disebut sebagai erastes. Mereka adalah pihak dominan yang dipandang maskulin, kuat, dan menjadi role model. Sedangkan lelaki muda atau eromenos yang sering diasosiasikan dengan kecantikan, kemurnian, dan masa muda.

Itulah sejumlah ritual seks paling unik yang pernah ada di seluruh dunia. Meski berbeda dengan apa yang kita percayai, kita sebaiknya tidak memandang rendah ataupun menjelekkan tradisi tersebut, ya. Sebab setiap suku dan kelompok masyarakat memiliki cara hidup dan budayanya masing-masing. (dhanti/EB/idntimes).

Related Articles

Back to top button